Dedi Mulyadi: Minta Purbaya Buktikan Dana Rp4,17 Triliun Mengendap di Jabar
![]()
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membantah pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menuding bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat menempatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di bank atau menyimpannya dalam bentuk deposito.
Sebelumnya, Purbaya menyatakan bahwa terdapat 15 pemerintah daerah yang menyimpan dana kasnya di bank, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia juga menyebut bahwa Pemprov Jabar memiliki deposito sebesar Rp4,17 triliun.
Dedi mengaku telah memverifikasi informasi tersebut secara langsung ke Bank BJB, tempat Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyimpan dananya.
“Saya sudah cek, tidak ada yang disimpan dalam bentuk deposito,” ujar Dedi kepada wartawan, Selasa (21/10).
Dedi meminta data secara transparan
Dedi menyatakan bahwa jika memang ada pemerintah daerah yang menaruh dana daerahnya dalam deposito, hal itu mencerminkan ketidakmampuan dalam mengelola keuangan publik. Ia juga meminta Purbaya agar mempublikasikan data secara transparan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
“Kesannya pemerintah daerah dituding lebih banyak belanja aparatur daripada belanja publik, lalu memarkir dana untuk memperoleh sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa). Ini bisa merugikan daerah yang sebenarnya bekerja dengan baik,” ungkapnya.
Dedi menegaskan bahwa Pemprov Jabar justru sedang mempercepat realisasi belanja publik seiring kebijakan efisiensi anggaran. Ia juga memastikan tidak ada dana APBD Jawa Barat yang ditahan atau disimpan untuk kepentingan apapun.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengacu pada data Bank Indonesia yang menunjukkan bahwa total dana yang mengendap di rekening kas daerah mencapai Rp233 triliun. Jumlah tersebut terbagi menjadi simpanan pemerintah kabupaten sebesar Rp134,2 triliun, pemerintah provinsi Rp60,2 triliun, dan pemerintah kota Rp39,5 triliun.
Purbaya menyinggung praktik beberapa pemerintah daerah yang menaruh dana mereka di bank-bank pusat alih-alih di Bank Pembangunan Daerah (BPD). Ia berpendapat bahwa hal tersebut menghambat peredaran uang di tingkat daerah.
“Daerahnya jadi kering, barangnya enggak bisa muter. Harusnya walaupun enggak dibelanjakan, biarkan uangnya di daerah,” ucapnya.
Baca Juga : MU Sengaja Fokus Tekan Bek Sayap Liverpool
Pasang Taruhan Kalian Di Situs IDN Slot dan Togel Tergacor Mandiritogel
Deposit Pulsa, Ovo, Dana, Linkaja dan Gopay Tan2Dapat 10rb

LOVE
WTF
GOKIL
HARU
KESAL
SHOCK
MARAH
SEDIH