Kenapa Langit Luar Angkasa Hitam Walau Ada Matahari?
![]()
Meski Matahari sebagai sumber cahaya bagi Tata Surya, ruang angkasa tetap tampak gelap. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Salah satu penyebabnya adalah fenomena paradoks Olbers, sebuah teori yang berkaitan dengan ekspansi ruang dan waktu. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta mengembang dengan kecepatan lebih tinggi daripada cahaya.
Karena itu, ruang angkasa tampak hitam atau gelap bagi mata manusia. Selain itu, ada beberapa alasan lain mengapa ruang angkasa terlihat gelap.
Berdasarkan berbagai sumber, berikut ini adalah penyebab ruang angkasa gelap beserta penjelasannya.
1. Pengaruh atmosfer
Thomas Djamaluddin, peneliti Astronomi dan Astrofisika di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjelaskan bahwa ruang angkasa selalu gelap karena tidak adanya atmosfer yang memantulkan cahaya Matahari.
“Karena itu, Matahari, Bulan, dan bintang-bintang bisa tampak berdampingan,” ujar Thomas, mengutip Antara.
Ruang angkasa adalah ruang hampa tanpa atmosfer yang dapat memantulkan cahaya bintang atau Matahari. Karena cahaya Matahari bergerak lurus tanpa tersebar, ruang angkasa tampak gelap karena tidak ada partikel yang memantulkan atau memancarkan cahaya tersebut ke mata manusia.
Ketiadaan atmosfer menyebabkan manusia tidak dapat melihat sebagian cahaya Matahari, sehingga langit terlihat gelap atau hitam.
Mengutip dari situs resmi The National Aeronautics and Space Administration (NASA), ruang angkasa tampak gelap berbeda dengan langit siang di bumi.
Cahaya matahari menabrak molekul-molekul di atmosfer bumi dan tersebar ke berbagai arah. Proses ini dikenal sebagai penyebaran Rayleigh, yang membuat langit tampak berwarna biru.
Namun, di ruang angkasa tidak ada medium yang dapat memancarkan atau menyebarkan cahaya. Karena Bulan tidak memiliki atmosfer, langit di sekitarnya terlihat gelap atau hitam.
2. Pengaruh Efek Doppler
Salah satu alasan lain mengapa ruang angkasa tampak gelap adalah efek Doppler, yang terjadi karena bintang dan galaksi bergerak menjauh akibat pengembangan alam semesta.
Cahaya yang dipancarkan oleh benda-benda tersebut mengalami pergeseran merah karena mereka bergerak menjauh dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, cahaya tersebut bergeser ke luar spektrum yang dapat dilihat manusia dan berubah menjadi inframerah.
Dengan demikian, meskipun ruang angkasa dipenuhi oleh benda-benda bercahaya, cahaya tersebut tak bisa dilihat oleh mata manusia karena sudah bergeser ke spektrum yang tidak dapat dideteksi. Akibatnya, ruang angkasa tampak gelap saat dilihat dari Bumi.
4. Paradoks Olbers
Ruang angkasa yang gelap juga disebabkan oleh fenomena paradoks Olbers, yaitu sebuah teori tentang perluasan ruang dan waktu.
Tenley Hutchinson-Smith, mahasiswa pascasarjana astronomi dan astrofisika di University of California, Santa Cruz (UCSC), menjelaskan bahwa teori ini menyatakan alam semesta mengembang dengan kecepatan lebih tinggi daripada cahaya.
Galaksi meregang dan memancarkan gelombang inframerah, gelombang mikro, serta gelombang radio yang tak terlihat oleh mata manusia, sehingga ruang angkasa tampak gelap.
Baca Juga : Pesta Ultah Lamine Yamal Disorot, Diduga Eksploitasi Orang Mini
Pasang Taruhan Kalian Di Situs IDN Slot dan Togel Tergacor Mandiritogel
Deposit Pulsa, Ovo, Dana, Linkaja dan Gopay Tanpa Ditambah
New Member Depo Pertama 50rb Langsung Dapat 10rb

LOVE
WTF
GOKIL
HARU
KESAL
SHOCK
MARAH
SEDIH